FTBI Kabupaten Rembang 2026 Resmi Dibuka, Jadi Wadah Pelestarian Bahasa Jawa bagi Pelajar

FTBI Kabupaten Rembang 2026 Resmi Dibuka, Jadi Wadah Pelestarian Bahasa Jawa bagi Pelajar

Share this Post

Rembang – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Sekolah Dasar Kabupaten Rembang Tahun 2026 resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang, Selasa (29/9/2026). Upacara pembukaan dilaksanakan di Halaman Upacara SDN 2 Kutoharjo Rembang, sedangkan rangkaian perlombaan dipusatkan di SDN 2 Kutoharjo dan SDN 5 Kutoharjo.

Dalam upacara pembukaan tersebut, turut hadir Kepala Bidang SD Dindikpora Kabupaten Rembang, Kasi PPDK Dindikpora Kabupaten Rembang, para Korwilbidikcam se-Kabupaten Rembang, Ketua KKPS beserta Pengawas SD Kabupaten Rembang, Ketua K3S beserta kepala sekolah SD se-Kabupaten Rembang, Dewan Penilai FTBI SD Kabupaten Rembang, panitia pelaksana, guru pendamping, peserta FTBI, serta para tamu undangan.

FTBI Kabupaten Rembang Tahun 2026 menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap bahasa Jawa sekaligus mendorong pelestarian bahasa ibu di lingkungan sekolah. Tahun ini, sebanyak 98 peserta mengikuti festival yang terbagi dalam tujuh cabang lomba, dengan masing-masing cabang diikuti oleh 14 peserta.

Ketujuh cabang lomba tersebut meliputi sesorah (berpidato), maca geguritan, nembang macapat, ndhagel ijen (komedi tunggal), nulis cerkak, ndongeng (membaca dongeng), serta nulis lan maca aksara Jawa. Beragam cabang tersebut memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dan bersastra Jawa, sekaligus melatih kreativitas, keberanian, dan kemampuan berekspresi.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang mengajak para guru untuk bersama-sama membiasakan penggunaan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan sekolah.

“Mugi sedaya para dwija saged sesarengan ngupa daya ngginakaken ngagem basa Jawa ing padintenan, satemah basa Jawa saged ngrembaka utaminipun wonten ing sekolahan.”
(Semoga seluruh guru dapat bersama-sama mengupayakan penggunaan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga bahasa Jawa dapat terus berkembang dan lestari, khususnya di lingkungan sekolah, -red).

Ia menegaskan bahwa FTBI bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga keberadaan bahasa Jawa agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.

“FTBI menika salah sawijining pasamuan saha pangupa daya supados basa Jawa saged ngrembaka, lestari, satemah saged misuwur ing lare-lare SD.”
(FTBI merupakan salah satu wadah sekaligus upaya untuk mengembangkan dan melestarikan bahasa Jawa agar tetap hidup, berkembang, dan semakin dikenal oleh peserta didik sekolah dasar, -red).

Dorong Pelestarian Bahasa Jawa

Sebanyak 98 peserta yang mengikuti FTBI tersebut merupakan perwakilan peserta didik sekolah dasar di Kabupaten Rembang. Mereka berkompetisi dalam tujuh cabang lomba dengan membawa semangat untuk mengembangkan kemampuan sekaligus melestarikan bahasa dan budaya daerah.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan FTBI, mulai dari panitia, dewan pembimbing, dewan juri, guru pendamping hingga para peserta.

Ia berharap pelaksanaan FTBI Kabupaten Rembang Tahun 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan peserta terbaik yang nantinya dapat mewakili Kabupaten Rembang dalam FTBI tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan dilaksanakan di Semarang.

“Mugi lare ingkang pinunjul menika mbenjang saged nyulihi Kab. Rembang wonten FTBI Propinsi Jawa Tengah ingkang badhe kalaksanaken ing tlatah Semarang.”
(Semoga para peserta yang meraih prestasi dapat mewakili Kabupaten Rembang pada ajang FTBI tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan diselenggarakan di Semarang, -red).

Pelaksanaan FTBI diharapkan tidak berhenti pada kompetisi semata, tetapi mampu menjadi momentum untuk membangun kebiasaan menggunakan bahasa Jawa di kalangan peserta didik. Dengan demikian, bahasa Jawa dapat terus ngrembaka, lestari, dan misuwur (berkembang, lestari, dan semakin dikenal) di tengah generasi muda.

Melalui 98 peserta dalam tujuh cabang lomba, FTBI Kabupaten Rembang Tahun 2026 menjadi ruang bagi peserta didik untuk tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar mencintai, menggunakan, dan melestarikan bahasa Jawa sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.

Hasil Lomba FTBI Kabupaten Rembang 2026

Setelah seluruh rangkaian perlombaan berlangsung, diperoleh para peserta yang meraih peringkat tiga besar pada masing-masing cabang. Pada cabang Sesorah, juara pertama diraih Azki Mikaila Sofa dari Kecamatan Sumber dengan nilai 251,40, disusul Hana Aqila Putri dari Kecamatan Sluke dengan nilai 250,40 sebagai juara kedua, dan Shakila Rifaat Atmarini dari Kecamatan Sedan dengan nilai 250,00 sebagai juara ketiga.

Pada cabang Maca Geguritan, juara pertama diraih Aura Atika Izzaty dari Kecamatan Sulang dengan nilai 273,00. Posisi kedua ditempati Saskia Divani Putri dari Kecamatan Sluke dengan nilai 260,00, sedangkan juara ketiga diraih Alfiyah Fatya Turrachma dari Kecamatan Gunem dengan nilai 253,00.

Sementara itu, pada cabang Nembang Macapat, Anindita Kirana Anwar dari Kecamatan Kragan meraih juara pertama dengan nilai 262,95. Juara kedua diraih Jagad Jenar Ariyanto dari Kecamatan Rembang dengan nilai 257,30, dan juara ketiga diraih Adeva Naura Ayu Kumara dari Kecamatan Kaliori dengan nilai 253,10.

Untuk cabang Ndhegagel Ijen (komedi tunggal), juara pertama diraih Rhamdan Ahmad Wijanarko dari Kecamatan Pamotan dengan nilai 258,00. Juara kedua ditempati Hamizan Ardhani Syaban dari Kecamatan Kragan dengan nilai 247,00, sedangkan juara ketiga diraih Muhammad Nizar Setiawan dari Kecamatan Sarang dengan nilai 240,00.

Pada cabang Nulis Cerkak, Putri Vania Tertia dari Kecamatan Rembang meraih juara pertama dengan nilai 270,00. Juara kedua diraih Nur Fatchiyah dari Kecamatan Lasem dengan nilai 265,00, sementara juara ketiga diraih Muhammad Adhyasta Ramadanish P. dari Kecamatan Sumber dengan nilai 254,00.

Cabang Ndongeng (membaca dongeng) menempatkan Aura Zaskiya Putri dari Kecamatan Sedan sebagai juara pertama dengan nilai 274,00. Juara kedua diraih Lalang Riski Sani Setiyawan dari Kecamatan Gunem dengan nilai 271,00, sedangkan Rida Syafira Salsabila dari Kecamatan Sumber meraih juara ketiga dengan nilai 270,00.

Sedangkan pada cabang Nulis lan Maca Aksara Jawa, juara pertama diraih Siti Ratnasari dari Kecamatan Sarang dengan nilai 287,49. Juara kedua ditempati Aisha Farhana Pangesti dari Kecamatan Pamotan dengan nilai 284,67, dan juara ketiga diraih Zalifa Nafta Rahmat dari Kecamatan Kragan dengan nilai 281,94.