Monitoring OSN SMP 2026, Dindikpora Pastikan Pelaksanaan Berjalan Lancar

Monitoring OSN SMP 2026, Dindikpora Pastikan Pelaksanaan Berjalan Lancar

Share this Post

Rembang, 11 Juni 2026 – Sebanyak 53 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Rembang mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten yang dilaksanakan secara serentak pada Kamis (11/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penjaringan peserta didik berprestasi di bidang sains untuk dipersiapkan mengikuti seleksi pada jenjang berikutnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, OSN SMP mempertandingkan tiga bidang lomba, yaitu Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Seluruh peserta mengikuti kompetisi secara daring dari sekolah masing-masing sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI).

Untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang, Drs. Achmad Sholchan, melakukan monitoring langsung ke SMP Negeri 2 Sarang dan SMP Negeri 3 Sluke. Monitoring dilakukan untuk melihat kesiapan sarana pendukung, pelaksanaan pengawasan, serta memastikan peserta dapat mengikuti kompetisi dengan baik tanpa kendala teknis yang berarti.

"OSN menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan akademik, mengasah daya saing, dan menunjukkan potensi terbaik yang mereka miliki. Kami berharap dari kegiatan ini lahir talenta-talenta unggul yang mampu membawa nama baik Kabupaten Rembang pada tingkat provinsi maupun nasional," ujar Achmad Sholchan.

Pengawasan Silang Jaga Objektivitas
Meski dilaksanakan secara daring, pelaksanaan OSN tetap menerapkan mekanisme pengawasan yang ketat. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang Nomor 400.3.5/931/2026 tentang Penetapan Pengawas OSN Jenjang SMP Tahun 2026, diterapkan sistem pengawas silang antar sekolah.

Melalui sistem tersebut, guru yang bertugas mengawasi peserta berasal dari sekolah lain. Langkah ini dilakukan untuk menjaga objektivitas pelaksanaan kompetisi sekaligus memastikan seluruh peserta mengikuti ujian sesuai ketentuan yang berlaku.

Antisipasi Kendala Teknis

Pelaksanaan OSN berbasis daring membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, terutama terkait ketersediaan listrik dan jaringan internet. Untuk mengantisipasi gangguan teknis, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang telah melakukan koordinasi dengan PT PLN (Persero) sebelum pelaksanaan kegiatan.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat jadwal pemeliharaan jaringan maupun pemadaman listrik di wilayah sekolah peserta selama OSN berlangsung. Selain itu, sekolah juga diimbau menyiapkan sumber listrik cadangan seperti genset sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan yang tidak terduga.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dindikpora Kabupaten Rembang, Ngadiyono, menyampaikan bahwa berbagai langkah persiapan telah dilakukan agar peserta dapat mengikuti kompetisi dengan baik.

"Kami berupaya meminimalkan berbagai potensi kendala teknis sehingga peserta dapat berkonsentrasi penuh saat mengerjakan soal. Dukungan sekolah, pengawas, dan koordinasi dengan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam kelancaran pelaksanaan OSN," katanya.

Seleksi Berjenjang untuk Menjaring Talenta

OSN merupakan bagian dari implementasi kebijakan manajemen talenta murid yang bertujuan mengidentifikasi dan mengembangkan peserta didik yang memiliki kemampuan unggul di bidang akademik. Peserta yang memperoleh hasil terbaik pada tingkat kabupaten akan mengikuti tahapan seleksi berikutnya untuk mewakili Kabupaten Rembang pada tingkat provinsi.

Sementara itu, pelaksanaan OSN jenjang SD/MI sederajat di Kabupaten Rembang telah lebih dahulu selesai dilaksanakan pada 8 Juni 2026. Berdasarkan jadwal dari penyelenggara, peserta jenjang SD mengikuti kompetisi bidang Matematika, IPA, dan IPS secara daring dalam satu hari pelaksanaan.

Melalui pelaksanaan OSN secara berjenjang ini, diharapkan semakin banyak talenta muda Kabupaten Rembang yang dapat berkembang dan berprestasi pada tingkat provinsi maupun nasional, sekaligus memperkuat budaya akademik dan semangat berkompetisi di lingkungan satuan pendidikan.